Minggu, 26 Oktober 2014

Point To Point Protocol (PPP)


Pengertian Point to Point Protocol


Point to Point Protocol atau yang biasa disingkat PPP merupakan enkapsulasi multiprotocol datagram dalam jaringan yang sering digunakan pada jaringan WAN,  Point to Point Protocol menggunakan arsitektur berlapis dengan model logis dan desain yang membantu komunikasi diantara lapisan interkoneksi.  Point to Point Protocol juga menyediakan enkapsulasi datagram melalui jalur point to point dan menggunakan lapisan data link untuk mengetes koneksi.

Point to Point Protocol terdiri dari 2 sub protocol, yaitu:
  • Link Control Protocol yang berfungsi untuk membangun jalur point to point. Link Control Protocol berada diatas lapisan physical layer dan digunakan untuk membangun, mengkonfigurasi dan mengetes koneksi data link.
  • Network Control Protocol yang berfungsi untuk konfigurasi berbagai protocol network layer.
Point to Point Protocol juga menggunakan link Control Protocol untuk menyetujui pilihan format enkapsulasi seperti: Authentication, Compression, error detection, multilink dan PPP callback.  Point to Point Protocol mengizinkan berbagai protocol network layer untuk beroperasi pada jalur komunikasi yang sama. Untuk setiap protocol network layer yang digunakan disediakan pula Network Control Protocol yang berbeda. sebagai contoh: Internet Protocol(IP) menggunakan Internet Protocol
 Control Protocol(IPCP) dan yang lainnya.



pengertian lainnya:

Point To Point Protocol (PPP)

I. PengertianPPP adalah sebuah protokol yang mengatur hubungan komunikasi antara dua buah host secara Point to Point. Dengan menggunakan PPP, konfigurasi pada saat koneksi dilakukan secara otomatis berkat adanya LCP (Link Control Protocol ). Atau menuruprotocol yang meng-enkapsulasi jaringan yang banyak digunakan pada Wide Area Network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line internet Protokol (SLIP), yang hanya mendukung Pengalamatan IP statis kepada para Kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi Kesalahan dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan. PPP didefinisikan pada RFC 1661 dan RFC 1662
PPP merupakan data link protokol yang digunakan untuk melakukan koneksi secara langsung antara dua node melalui kabel serial, line telepon, trunk line, telepon selular, jalur radio yang special, atau fiber optik. Mayoritas ISP menggunakan PPP bagi pelanggannya yang menggunakan metode dial-up saat melakukan koneksi ke internet.
  1. II. System PPP di windows
This article describes the Point-to-Point Protocol over Ethernet (PPPoE) Discovery Stage. Microsoft Windows XP only provides a PPPoE client, not a PPPoE server.
To establish a PPPoE connection, the Ethernet address of the remote PPPoE server must be obtained. Additionally, a unique session identifier must also be negotiated. The method to obtain this information is referred to as the PPPoE Discovery Stage.
The PPPoE Discovery Stage is made up of four steps: initiation, offer, request, and session confirmation:
  1. The PPPoE Active Discovery Initiation (PADI) packet:
    The PPPoE client sends out a PADI packet to the broadcast address. This packet can also populate the “service-name” field if a service name has been entered on the dial-up networking properties of the PPPoE broadband connectoid. If a service name has not been entered, this field cannot be populated.
  2. The PPPoE Active Discovery Offer (PADO) packet:
    The PPPoE server, or Access Concentrator, should respond to the PADI with a PADO if the Access Concentrator is able to service the “service-name” field that had been listed in the PADI packet. If no “service-name” field had been listed, the Access Concentrator should respond with a PADO packet that has the “service-name” field populated with the service names that the Access Concentrator can service. The PADO packet is sent to the unicast address of the PPPoE client.
  3. The PPPoE Active Discovery Request (PADR) packet:
    When a PADO packet is received, the PPPoE client responds with a PADR packet. This packet is sent to the unicast address of the Access Concentrator. The client may receive multiple PADO packets, but the client responds to the first valid PADO that the client received. If the initial PADI packet had a blank “service-name” field filed, the client populates the “service-name” field of the PADR packet with the first service name that had been returned in the PADO packet.
  4. The PPPoE Active Discovery Session-confirmation (PADS) packet:
    When the PADR is received, the Access Concentrator generates a unique session identification (ID) for the Point-to-Point Protocol (PPP) session and returns this ID to the PPPoE client in the PADS packet. This packet is sent to the unicast address of the client.
When this process has completed, the client is aware of the address of the Access Concentrator and a session ID has been established. At this point, a normal PPP session begins. This session can remain established until a PPPoE Active Discovery Terminate (PADT) packet is sent. The PADT may be sent by either the Access Concentrator or the PPPoE client.
III. System PPP di Linux menggunakan pppd (Point to point Protokol Daemon)
PPP adalah protokol yang digunakan untuk membangun link internet melalui dial-up modem, koneksi DSL, dan jenis lain dari point-to-point link. Daemon pppd bekerja sama dengan driver kernel PPP untuk membangun dan menjaga hubungan PPP dengan sistem lain (disebut peer) dan bernegosiasi Internet Protocol (IP) untuk setiap akhir link. Pppd juga dapat mengotentikasi peer dan / atau informasi pasokan otentikasi untuk peer. PPP dapat digunakan dengan protokol jaringan lain selain IP, tetapi penggunaan tersebut menjadi semakin jarang digunakan.